Pacaran

 “PERNIKAHAN ITU MISTERI



    Aku pikir menjadi dewasa itu sesuatu yang menyenangkan dan akan lebih bebas untuk memilih keputusan untuk hidup kita nanti nya.Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas rasa nya aku telah menemukan jati diri ku dan aku merasa lebih percaya diri untuk berhadapan dengan lawan jenis dan aku memutuskan untuk menjalin komitmen dengan teman sekelas ku.Seiring berjalan nya waktu aku pun dekat dengan banyak teman laki-laki dan aku banyak pengalaman saat itu dengan menjalin komitmen penjajakan yaaaa aku pikir ini yang nama nya cinta kawula muda dan saat aku menjalani hubungan dengan seseorang yang lebih dewasa juga itu salah satu pengalaman tapi bukan pengalaman untuk berbau intim atw sesuatu hal yg di lakukan orang dewasa pada umum nya pengalaman cinta yang kandas membuat aku menjadi lebih paham bagaimana cara nya menangani sebuah perkara yang akan terjadi selanjut nya dan bekal pengalaman itu yg membuat aku menjadi dewasa.

Lima tahun kemudian aku melalui proses penjajakan dengan seorang pria yg aku cintai tentunya dan dalam lima tahun itu aku melalui beberapa penjajakn juga pada pria lain,awal nya aku mencari yang terbaik untuk pasangan hidup nanti yang serius dan yang mau menerima apa ada nya aku .Yessss ...aku dapat kan sosok pria yang aku yakini untuk menjadi Imam ku kelak akhir nya penantian selama lima tahun aku di persunting juga ternyata tapi sisi lain aku berjuang melalui berbagai hal rumit yaa salah satu nya faktor orang tua yaitu IBU siapa si yang ga ngalamin kalau pacaran,ketika moment dipertemukan dengan calon mertua pasti gugup dan berdebar rasa nya karna banyak hal yang di takutkan dannnnn yang aku takut kan terjadi lah ibu nya tidak menyukai aku saat itu karna aku keturunan suku sunda dan dia jawa yang konon kata nya ga boleh nikahi istri orang sunda jadi ibu nya masi percaya akan hal itu.Selama aku berpacaran empat tahun aku tidak pernah di gubris dan di anggap bahkan pada suatu hari pergi berlibur pun aku berpapasan bersama dia tidak ada respon sama sekali ,berbagai hal aku lakukan yaaa mau di bilang cari muka atau hanya basa basi sudah aku lakukan bahkan ketika saat aku pulang pun untuk mencium tangan nya dan mengucap kan salam dia tidak pernah memandang wajah ku hmmm seburuk itu kah wajah ku😱?!!.Tapi si doi tak henti memberikan suport dan meyakinkan ibu nya kalau aku lahh pilihan dia untuk sebagai istri dan membantu usaha nya nanti,selama dua tahun aku sudah mulai membantu usaha si doi setelah pulang kerja aku membantu kerja paruh hingga larut malam dengan nya dan aku membantu untuk menjadi kinerja tambahan saat itu dan akhir nya ibu mertua pun luluh dan mulai berbicara demgan ku dan di bantu suport dari ayah mertua dan embah saat itu yang pro padaku semakim mantap hati ingin cepat di persunting.

Komentar